ya_bisa_aja_lah!

ya_bisa_aja_lah! . . . . . namanya juga usaha. judul ini gue pilih mungkin karena sering dengerin 'don't falter'-nya mint royal. soalnya setelah gue denger lagu itu, semangat hidup pasti naek lagi, biarpun cuma sedikit. ya_bisa_aja_lah! evriting is posibel! kalau element coba2 mempersembahkan nirwana ... gue nggak muluk2, kupersembahkan ya_bisa_aja_lah!

2005/05/20

tadi ada orang ngamen di bis.

tadi ada orang ngamen di bis.

tadi ada orang ngamen di bis, seperti hari2 laennya di kota tua dan bau ini. orang maen gitar, jreng3. biasanya gitar, kadang2 ukulele, kadang2 ditambah rebana dengan botol larutan

penyegar yang diisi beras sebagai stick sekaligus shaker. ada juga biola, ada juga dram2an ---> dram head di atas rangka2 besi ditambah satu besi sebagai simbal. ada juga yang pakai

tape recorder sederhana, ceritanya karaoke sambil dapet recehan kadang2 cuma kecrekan, tutup botol dipaku di kayu.

kadang2 juga deklamasi.

kadang2 lagunya pop masa kini, pop masa lalu, pop latin, pop dangdut, lagu agama, dan laen2, bahasa enggres, bahasa indonesia, bahasa daerah dan lain2.

seperti tadi pagi.

kalau ada yang ngamen, biasanya gue dengar lagunya apa dulu, keren gak, suaranya keren gak. banyak yang merdu, lebih banyak lagi yang fals. ada yang sumbang, ada yang ebet ge ade. sepannnjaananngg...

yang pasti satu, mereka ngamen membutuhkan recehan kita.

seperti tadi pagi. ada beberapa pengamen, tiga kalo nggak salah. mereka nyanyi2 gue lupa lagu apa. gak sumbang. gak keren banget. middel lah. lumayan kompak. pagi itu gue nggak niat ngasih, karena merasa stok recehan gue nggak banyak.

eh. btw, ini bis gede, ukuran 50 sekian seat, ppd lah, mayasari baktilah dan semacamnya, apa pastinya gue lupa.

pas lagu selesai, penyanyinya ngecrek, dengan bungkus permen, atao gelas akuwa bekas, ato topinya.

+ + + + +

kenapa yah... ketika dia melintas, dengan tongkat kruk kayu penyangganya itu... gue nyesel nggak ngasih?

buku jawaban

kemaren ada temen yang ulang tahun. lalu sobatnya memberinya sebentuk buku sebagai wujud doa akan keselamatan dan kesehatan teman tersebut. ciee illeeehh, bahasa gue. singkat cerita, dia dapet kado ulang tahun.

tau nggak? dia dapet apaa? dia dapet buku. dapet bukuu.... biasa kan? tapi dia dapet yang nggak biasa.

dia dapat 'book of answers'

apa itu ..'book of answers'?

bukan... bukan buku jawaban yang biasa kita pegang waktu di sekolah. inget kan, biasanya kita di suruh beli lks, lembar kerja siswa ato semacamnya, berisi seribu pertanyaan; bank sejuta pertanyaan fisika, gudang ilmu semilyar soal bahasa inggris.

untuk melengkapinya, biasanya buku jawabannya dijual juga di toko buku anggrek, mayestik (langganan masa kecil). isinya kunci jawaban (bukannya mestinya kunci pertanyaan yah? huuu... watevah!)

+ + + + +

buku jawabans. book of answers. buku yang satu ini bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan. semua-muanya (sejujurnya hanya yes-no questions, tapi kita biasa hiperbola kan?)

caranya begini...
1. ucapkan (dalam hati kalau malu2) pertanyaannya.
2. pegang bukunya
3. tunggu sekitar 15 menit, eh detik. (bisa dengan menyebut seribu, 2 ribu, 3 ribu, 4 ribu, 5 ribu, 6 ribu, 7 ribu, 8 ribu, 9 ribu, 10 ribu sampai dengan 15 ribu.
4. buka sembarang halaman.
5. anda dapatkan jawabannya.

misalnya: 'gw bisa naik gaji bulan depan gak yah?'
jawaban bisa: 'you wish!'
jawaban bisa: 'most probably'
jawaban bisa: 'be patient'

dan semacamnya lah.. huahauhahauauahuahua.

timbul pertanyaan dalam benak gue, yang pertama, orang bule pintarr bangat! (ala bataks). ide kayak gini aja bisa direalisasi jadi buku terus dijual lagi, mahal juga gitu loh. yang kedua, coba aja buku semacam itu menggambarkan realita. semua orang punya buku semacam itu, dibawa2 kemana2 sebagai pedoman hidup.

pas buku itu dipegang sama anak2, dicoba2 deh itu buku. semua orang punya pertanyaannya masing2 dari yang serius sampai yang serieus. iseng2 (tapi serius), gw coba pake buku itu.

lalu gw tanya, 'apakah apakah apakah?'

lalu gw buka jawabannya ... tapi gak memuaskan. malah menyesatkan bukan? jadiiii... percayalah pada...


... percaya pada sapa yah? pada yang ... coba kita buka book of answers..

jawabannya....

+ + + + +

nb: new balance? bukannn... buku kunci jawaban dari buku soal aja kadang2 suka nggak jitu. apalagi yang ini, book of answers.

2005/05/10

para penumpang bis umum dan tape mōbil

hey, judul lō kōk gak nyambung sih, bōdō amat! namanya juga anak2. well, kita mulai dari keadaan di bis umum. kita naek bis umum kadang2 berdua kadang2 berempat kadang2 bertiga belas kadang2 berlima. tapi pasti paling sering naek bis umum sendirian. ke tempat kerja. ketika jarak terlalu jauh untuk ditempuh jalan kaki, ketika naek mōbil nggak bisa, ketika naek taksi nggak punya duit, ketika lama nungguin angkōt tapi yang dateng malah mōbil ambulans.

naek bis sendirian, banyak banget yang bisa kita kerjakan sendirian. tapi kalau di bis, pastinya ngelamun, mikir. ngelamun, lebih pas untuk menggambarkan situasi mengkhayal.

cōba simak dugaan ini. gue cuma satu dari kesembilan penumpang bis, sebuah jurusan ini bis nomor XXX jurusan SANA-SITU lewat SINI. gue tau bahwa gue bekerja sebagai pengelem amplōp di sebuah tōkō buku yang terletak di tengah kōta. pengelem amplōp, setelah selesai bekerja di pabrik tahu. (ps: gue rindu kerja di pabrik tahu.) seōrang pengelem amplōp bekerja 20 jam sehari, 26 hari sebulan. kerja rōdi, rōmusha, dll lah. ngelantur? kita bisa cerita apa aja di blōg kan?

sementara gue adalah seōrang pengelem amplōp, delapan penumpang bis pagi itu bekerja sebagai apa yah? ada sembilan penumpang, kita namakan saja secara asal; nō.1 nō.2 nō.3 nō.4 nō.5 nō.6 nō.7 nō.8 nō.9 ...nō.9 gue aja. kenapa gue? karena eh karena, itu gōdaan setan. (kayak bang rhōma)

cōba kita terka yang laennya..

nō.1, 2, 3, kemungkinan besar mereka gadis2 anak sekōlah, karena mereka pakai seragam sekōlah, sepatu keds dan tas sekōlah. udah gitu wajah mereka memang terlihat seperti anak sekōlah. senyum malu2... atau jangan2 pemain blue film yang pura2 jadi anak sekōla'an?

nah ini mulai susah, karena mereka nggak pakai seragam.

nō.4 ibu2 , di tangannya ada kantōng plastik penuh ayam, dan bungkus ketupat. ibu ini tukang ketupat sayur. dari sōrōt matanya, gue tau kalō ibu ini jagō banget meracik bumbu, terutama bumbu ketupat sayur.

nō.5 seōrang editōr videō, yang kerjaannya ngedit2 videō setelah gerōmbōlan tim prōduksi sebuah prōdaksyen hōws pulang bawa kaset videō. pōtōngan2 adegan dalam kaset itu dirangkai, dijahit ōleh editōr videō. ... pōkōknya tampang dia editōr videō.

nō.6 seōrang ōperatōr call center sebuah usaha jasa asuransi. sōalnya kupingnya merah dan ada bekas headphōnenya, heheheheh ngarang.

nō.7 seōrang ahli reparasi mesin fōtōkōpi merk seyrōks. sōalnya tampangnya kayak jōni iskandar ... lōhh? dari caranya berdiri (waktu mau turun dari bis) kelihatan kalau dia seōrang ahli reparasi mesin fōtōkōpi merk seyrōks.

nō.8 seōrang maling tape mōbil. dari deru nafasnya, gue tahu ...

nō.9 ... gue sendiri.

yah, sebuah kecurigaan asal2an.
gue nggak tau pasti...

+ + + +

tapi yang gue tahu pasti... di sebuah minggu pagi, tape mōbil gue ilang. padahal led-nya udah mulai nyala mati gitu, belōm sempet di serpis, udah dicōlōnx. atō jangan2 dia tukang serpis yang antisipatif?

huh. maling tape mōbil. teman2, jangan parkir sembarangan di tempat yang kurang anda percayai. kalau terpaksa, kuncilah baik2 mōbil anda, lengkapi dengan kunci pengaman tambahan. cōpōt head unit tape mōbil anda bisa2 tape mōbil anda lenyap dalam hitungan menit saja.

ya tuhan, maafkanlah kaum pencuri tape mōbil . . .

bright side : kalō kata ōrang jawa ... untung belōm mōbilnya, cuma tapenya.

2005/04/30

aku dan mulut mautku

well, kita dan mulut maut kita.

gue baru aja jadi korban dari mulut gue sendiri, yang kadang2 secara tidak terkontrol suka memunculkan kata2 yang ternyata bisa menghujamkan pisau belati ke hati yang mendengarkan. gue pikir, nyeplos2 bagian dari ekspresi, kebebasan mengungkapkan sesuatu rasa, memilih kata paling tepat untuk menggambarkan sesuatu. sesuatu yang tepat, yang pasti.

ternyata, nggak gitu. nggak semua setuju. kebebasan kita menyangkut kebebasan orang lain. kebebasan berekspresi kita berpotongan dengan kebebasan orang lain dari rasa takut. kebutuhan untuk merasa nyaman. we're often offended.

hari berawal dengan indah, tidak terlalu indah secara cuaca mungkin, tapi sangat indah untuk saya nikmati. karena ada bos kecil yang bisa diajak berbagi cerita2. bisa berbagi berbagi cekikikan. bisa berbagi duka. wah... gue nggak pernah merasa begini sejak lama.

all the sudden, mulut gue merajalela. di suatu malam, di tengah bercanda2 tukar humor, cela2 campur curhat2 sedikit di forum yang udah terbentuk secara nggak sengaja di salah satu pojok kota. di malam itu, keluarlah ucapan yang jeng2 jeng2 yaahhh ... + + eksperimental + + ... denggg... hening hening hening...

gawat gawat.

gue takut nggak bisa menjaga dia, dan ancaman yang paling berbahaya yang bisa ngganggu adalah... saya sendiri. bos kecil. saya minta ampun.

duh, penyesalan selalu dateng belakangan. duh, gue nggak mau kalimat asbun (asal bunyi, huh asli ubun2, asal ...). gak mau kalimat asbun lagi. kalau keadaannya udah begini, kita bisa jadi empati banget dengan john mayer waktu nulis lagu 'mulut goblokku', yang nada dan idenya di pinjem teman kita, 'baim-ex-ada'.

forgiven not forgotten. :( interaksi memang tidak selalu berjalan mulus. lindungi dia. lindungi saya. lindungi kami. better everyday, i hope i am.

mestinya mestinya mestinya

perhaps perhaps perhaps...

bos kecil, maap yah ...

2005/02/22

penggemar mangga simanalagi dari radio dalam

pada suatu hari, gue duduk menunggu. nungguin apa? nungguin tes. tes apa? tes terjemahan dan pengetahuan. pengetahuan apa? mau tahu aja! tahu apa? tahu sumedang dang dangdut.

gue duduk di ruang tunggu. di situ udah ada orang laen yang nunggu duluan, 'eh nama gue doni simon' (kita sebut saja demikian). orangnya awal 20-an, kurus, putih, sipit, kalo boleh dibilang agak nerdy2 gitu, bukan tipe2 sinetron, tomingse, fotomodel, apalagi jetli, jauh bos! lalu obrolan bergulir, ke komik.
'lo suka komik apa?' tanya gue.
'komik jepang dong, manga!'
'seperti apa?'
'banyak deh!'
'yang paling favorit apa?' hasrat jurnalis infotemen mulai bergejolak, seakan2 gue pulang harus dapet berita, paling nggak, harus dapet dia sekedar ngomong 'no komen!'.

ternyata apa jawab dia...
'kotarooo!!!' (sebenarnya gue lupa dia jawab apa, yang gue inget, ada tiga suku kata.)
yang cukup ngagetin gue, dia jawabnya dengan intonasi yang semangat dan tangan mengepal dan meninju udara, seperti sinchan diajak ngobrol tentang pahlawan bertopeng. sumpah gitu! gue sampe choquee. wah, ini orang nggak bener...

'pokoke manga yang paling top deh!'
waduh, makin2. gue mencoba berpikir (bukan FIKIR yah!) positif. (bukan berfikir yang fositip yah!) orang fanatik, membela mati2an apa yang dipercayainya apa yang dicintai. pasti bisa fokus dengan apa yang dikerjakannya. mungkin dia pengen jadi orang penting di dunia manga.
'gue pengen bikin manga di jepang!'
ya udahhh, silahkenn.

trus gue menyibukkan diri dengan membaca majalah. untungnya ada orang laen lagi yang dateng, jadinya gue bisa melepaskan diri dari john simon. lalu ada temen gue menyamperiku. beliau kerja di tempat itu, penerbit itu. ngobs2 ngobs2, nanya perkembangan ini dan itu, kabar si itu dan si ini. sekonyong2, mr.doni simon nanya temen gue,
'kalo elo seneng komik apa?'
temen gue menjawab sekenanya, 'komik amerika sih kebanyakan.'
'ah bego lu, jepang dong!'
dahi temen gue, (yang adalah seorang cewek tomboiy) mengrenyit, mendengar jawaban mr.john simon. pasti pikirnya, 'nih orang aneh banget sih?' pada saat yang sama, dahi gue tidak mengrenyit, mendengar jawaban mr.john simon. tapi perasaan gue mengrenyit, ya oloh, ni orang ajaiib banget!

nggak biasa kan seseorang ngebego2in orang yang baru dikenalnya. belom genap 2 menit mereka berkenalan. orang kita yang kenalan sebulan aja belon tentu berani ngebego2in, kan? waktu berlalu, mr.doni simon lupa mengerjakan sesuatu,
'fuck!' katanya.
gue pikir, ni orang, ni orang, orang ni. belom2 udah mengumpat fuck. nggak tau ya kalo fuck itu dalam bahasa indonesia artinya senggama, dalam bahasa sehari-hari ibukota artinya ng**t*t? (bukan, bukan ngotot… :) sok asik banget, nggak menghargai orang di sekitarnya yang notabene bukan orang yang udah lama dia kenal, apalagi jadi sahabat. dan lagi, emangnya dia udah pernah fuck? kayaknya berbuat seronok aja belom kali. hehehehe. sok tau gue.

well, mr.doni simon, sampai jumpa di lain waktu. tapi nggak marah ya, kalau di pertemuan berikut itu, gue boro2 nyapa, pasti gue bakal pura2 nggak kenal.